Weh….weh….weh….!! musim ujian dataaaaang…. [musim rambutannya, kapaaan??]
Ujian SMA udah mulai nih! Yang SMA slesai, SMPnya ketir-ketir. Semuanya jadi serba banyak deh. -banyak belajar, -banyak try out, -banyak soal, -banyak les, -banyak tugas, -banyak pikiran, -banyak ibadah(kalo ada maunya), -banyak tidur, -banyak makan, dan bla…bla…bla… Lama-lama banyak murid yang masuk RSJ karena banyak-banyak tadi. Hehehe
Serba banyak tadi terkadang bikin kita jadi bosen, males dan sahabat-sahabatnya. Itu yang aku rasain. Mungkin bukan aku aja, sebagian temenku juga ngerasain hal itu. Akibatnya, for example, waktu les, apalagi siang-siang, pulang sekolah pula, bikin kita ngantuk. Finally nggak konsen dech. Yaah, percuma donk, nggak maksimal kita belajarnya…
Orang bijak berkata, “segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.” Hmm…banyak yang baik aja bisa jadi nggak baik, apalagi kalo banyak yang nggak baik. Waaaah… gimana tuh, bukannya lebih baik, tambah lebih parah ciiink. So, jangan sampe’ kayak gitu yaaah…
Well, sebenernya UN itu sendiri banyak dampak negatif(-)nya ato positif(+)nya ya? [yaaah kalo banyak negatifnya mah, pemerintah nggak akan adain atuuh], tapi terkadang pemerintah juga salah lho dalam menilai, kadang kurang sesuai tuh buat masyarakat. Hmmm… kira-kira mana yang bener nih?? Yuuukk, kita liat dampak-dampak daripada UN =>
Dampak (-) nya :
Kekurang adilan. Mungkin ini dialami oleh murid-murid yang kebanyakan pinter kali ya. Mereka cenderung sulit mencontek(kurang ahli tuh). Namun mudah untuk dicontek(baiknyaa…). Sedangkan anak-anak yang kurang dari standart ato setara mereka ahli nyontek.hehehe…[maap yaak]. Dan itu telah terjadi di sekolahku sendiri. Banyak darimereka yang ternama malah mendapat danum yang tidak terlalau tinggi alias kalah dengan mungkin anak-anak yang telah dia kasih contekkan. Apa yang mereka rasakan? Nyesel umumnya, tapi ya apa daya, nasi telah menjadi bubur ayam. Hwehe…
Beban mental. Psimis, kunci dari beban mental. Terlalu psimis bisa membuat kita nggak optimis [ya iyalaaah!!]. Takut akan nggak lulus, mendapat danum yang nggak sesuai harapan, diancem orang tua, dll. Dengan dasar yang kayak gitu, yang kita lakukan seterusnya juga didasari dengan hal itu. Contoh, belajar berlebihan. Akibatnya kita akan sering begadang karena belajar, tanpa ada refreshing lagi. Waktu istirahat kita akan berkurang. Efek lainnya badan kita akan drop pas hari-H nya. Waaahhh… sayang banget tuh. Selain itu pelajaran yang kita terima saat kita dalam keadaan yang kurang fit akan menggangu konsentrasi kita.
Boring alias Bosan. Seperti yang aku tulis di atas, terlalu banyak tadi akan membuat kita bosan. Yang di hadapi itu-ituuu aja. Memang sih, kebiasaan yang baik akan menimbulkan hal yang baik. But, manusia ya manusia, gampang bosan. Apalagi masih pelajar kayak kita.
Okaayy…!!! Itu tadi hanya sebagian kecil dari dampak (-)nya, selebihnya… kalian lebih tau … hehe
Ada gula ada semut, ada cewek ada cowok, ada hitam ada putih, ada baik tentu ada yang buruk donk. Maksudnya, masa sih kita cuma bilangin dampak (-)nya aja, nggak fair lagh… so, kita juga akan kuak sisi (+)nya
Dampak (+) nya :
Sebagai tonggak ukur suatu bangsa. Jika semakin tinggi angka ………. ketuntasan minimum(…)nya, maka akan semakin berkualitas sumber daya manusia kedepannya. Namun yang terjadi di Indonesia, tidak sesuai harapan. Nilai-nilai yang didapat tidak memuaskan. Bukan karena nilai yang tertera pada danum, namun cara untuk mendapatkan nilai tersebut. Besarnya ketergantungan antar siswa menjadi salah satu penyebab masalah-masalah yang terjadi saat UN. Namun pada suatu pertemuan, Pak SBY berkata, kurang lebih seperti ini, lebih baik banyak siswa yang menangis jungkir balik ngesot-ngesot [berlebihan dech!] karena nggak lulus ujian dengan nilai yang benar-benar murni, daripada semua lulus dengan nilai tinggi namun banyak kecurangan. Waaah… kalo aku sih setuju aja, demi kebaikan bangsa gitu loch!! Isunya mungkin zaman ini merupakan zaman “kejujuran”. Semoga aja memang bener terjadi…amiiiinnn kalo emang bener terjadi ini menandakan bahwa negara kita akan menjadi calon negara maju donk?? Horeeeee…. Karna negara maju berawal dari penghuninya yang maju pikirannya.[bukan maju FBannya. hehehe]
Bikin kita tambah rajin. Itu yang aku rasain. Aku jadi sering baca buku, ngerjain tugas, dll. Bahkan sampe’ ngefek ke pekerjaan rumah tangga lho. Jadi lebih sering bantu-bantu ortu. Yaa bisa dibilang kita jadi bisa sadar diri lah. Nasehat-nasehat menjelang UN pun makin banyak. Dari guru, ortu, nenek, tante, om, eyang, budhe, buyut, bahkan tetangga rumah.
Melatih kita memanage waktu. Kata orang, waktu adalah uang.saking berharganya waktu orang mengibaratkannya dengan uang [waaah mata duitan, padahal kan yang berharga nggak cuma uang]. Btw, kenapa kok uang ya? Kenapa nggak yang laen? [yang tau jawabannya, tolong kasih coment yaa ]. Memanage / mengatur waktu adalah hal sepele yang cukup sulit lho. Terkadang jika kita udah merencanakannya matang-matang, tiba-tiba kita telat sedikit aja. Waaah…berabe dech urusannya. Semua ikut kacau. Itu kalo kita nggak terbiasa.UN bisa melatih kita, sederhana namun akurat. Sebelum UN kita kan belajar tuh, nah belajar akan lebih mudah jika kita memprogramnya terlebih dahulu. Kita buat target. Contoh, kita tentukan hari A-B kita belajar X, tuntas! jika ada yang kurang jelas ditanyakan pada hari C, tuntas! Hari D-E kita belajar Y, tuntas! dst. Sampai nanti kita tentukan kapan kita mengerjakan soal-soal. Ini akan memudahkan kita untuk belajar. Memang berkata itu mudah, prakteknya yang susah, kebanyakan selalu ada kendala. MALAS. Kendala utama. Untuk menghadapinya, kita harus buat suasana belajar kita mengasyikkan. Sambil dengerin musik, belajar bareng, ato di tempat-tempat yang suasananya damai. Otak kita bakal relaks deeeh…
Yupzz…. Semua itu hanya sebagian kecil dari dampak-dampak UN, masih banyak yang lain. Kalo ada masukan, utarakan aja yaa.. mungkin kita bisa bertukar pendapat.
Sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tentang UN di Indonesia ini. Namun pertanyaan yang sebenarnya adalah
UN TETAP ADA, ATO DITIADAKAN???
Selasa, 23 Maret 2010
Sungguh Menyenangkan Sekaligus Menyebalkan

Sebagai pelajar, tentunya ada minimal 1 mata pelajaran yang disukai donk… dan kalo kita tekuni, itu akan membuahkan hasil, prestasi. Dan aku udah buktiin kalo itu bener. Dan aku ngambil bahasa inggris…
Kalo di inget-inget itu merupakan lomba paling mengesankan selama ini karena itu tingkat tertinggi yang pernah aku capai dengan kerja keras tentunya. Maunya sih lebih tinggi, tapi ya apa daya tangan tak sampai. Hehe… tapi waktu itu mepeeeet banget lho urutan rangkingnya, suuuayaaaang buaaanget dah pokoknya. Selain itu banyak pengalaman yang aku dapet. Aku juga dapet banyak temen baru dari luar kota. Whaaa… pokoknya suueru banget dech… jadi pengen dejă vú lagi niiiih…
Setiap tahun selalu diadain lomba bahasa inggris berjenis Telling Story Contest (lomba mendongeng) yang diadakan oleh depdiknas. 2 tahun lalu ketika aku masih kelas 7 SMP, aku juga mengikuti lomba yang sama. Setiap sekolah wajib mengeluarkan 2 wakilnya, tapi…[dasar SMP 1 nakal] kita mengirimkan 4 wakil, 2 kelas 8 cowok cewek yaitu Extivanus Kiki dan Oktavia Amanda P, 2 lagi kelas 7 cowok cewek juga, yaitu aku dan Alfitra B.M. Yang diutamakan sih kelas 8 nya, jadi aku sama Alfi Cuma buntut. Babak pertama, walaupun aku hampir aja dilupakan soalnya aku peserta terakhir di Pool-ku hampir aja nggak kepanggil. Untung aku langsung masuk ruangan aja, terus jelasin kalo aku tuh masiiih iduuuup… heeerg jedi sebel dech!! Ternyata eh ternyata nggak disangka aku dapet nomer 1. alhamdulillah…selain aku juga ada mas Kiki yang masuk babak final. Next babak final, aku tampil nomer urut tengah. Tapi entah kenapa aku langsung lemeesss… I feel bad… pas tampil, uugh, itu penampilan terburukku. I’m blank!! Aku langsung nggak inget apa apa, pikiranku entah kemana. Apalagi setelah itu ada babak question(pertanyaan) lagi. Waahh!! Tambah glagepan aku. Lidahku rasanya kaku mau ngomong sepatah kata aja. Teeetttt. Bel bunyi menandakan aku telah GaTot alias gagal total [sebernya sih itu menandakan bahwa waktu menjawab telah habis]. Langsung deh setelah itu aku langsung nangiiiiisss…hikz hikz..:’(. Akhirnya aku dapet nomer terakhir dari 10 peserta final. Untungnya ada mas Kiki yang nutupin aku dengan mendapat peringkat pertama. Huft…
Setauun berlalu, waktunya balas dendam. Hwahaha :D… lombanya muncul lagi. Kali ini hanya 2 orang yang dikirim. Aku dan adek kelasku yang namanya Nia siapaaa gitu, maap lupa. Hehe… okay, kita dikirim. Kalo nggak salah lombanya diadakan di SMA …………. Kab. Banyuwangi. Tahun ini agak berbeda, peserta diwajibkan membawa alat bantu ato objek yang sesuai dengan ceritanya tentunya. Dan juga harus membawakan 2 cerita, dihafalin pula. Seingatku aku membawakan cerita yang berjudul (1) sapi dan buaya (2) banyuwangi. Cerita pertama untuk babak penyisihan, yang kedua untuk babak final [kalo’ masuuk]. Seperti tahun kemarin, babak penyisihan dibagi menjadi 2 pool, A dan B. aku termasuk dalam pool A, dan Nia pool B. tiap pool diambil 5 besar yang nantinya kan maju ke babak final. Alhamdulillah lagi, aku masuk babak final. Kalo nggak salah aku dapet nomor 2 pada babak penyisihan. Nomor 1 nya dari SMP Bustanul Makmur, Mimi Jamilati. Pada babak final, aku rasa aku memilih teks yang benar. Soalnya teks yang kedua ini [“Banyuwangi”], ceritanya bagus banget dan sangat dramatik. Waaahh kereeen banget dech pokoknya. Aku aja ceritanya sampe’ nangis-nangis [beneran lho..] keran ini ceritanya so sweeeeet banget jadi harus lebih menjiwai katanya Miss Uun, pembinaku, lebih bagus lagi kalo aku bisa nangis. Pas latihan sih, sulit banget tuh suruh nangis. Eh kok pas tampilnya untuuung aja bisa nangis. Yaaaahh berarti berhasil … akhirnyaaaa, aku dapat peringkat pertama, walaupun nilainya beda tipiiiis banget sama Mimi itu… alhamdulillaaaahh….dan peringkat 3 nya juga dari SMP Bustanul Makmur, Ais. Juara 1,2, dan 3nya akan dikirim mewakili kabupaten dalam lomba FLS2N tingkat provinsi.
Whaaaa….. kerreeeennn… eh iya FLS2N itu singkatan dari Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional SMP tingkat provinsi yang diadakan pada tanggal 23 - 26 Mei 2009 lalu. Tempatnya di Asrama Haji Surabaya. Aku kira hanya Lomba Bahasa Inggris aja, ternyata buuuaaanyaak lomba yang lain, ada lomba nyanyi solo, paduan suara, tari, musik tradisional, pahat, dan lomba-lomba lain yang berbau seni. so, banyak temen dech, karena kontingen Banyuwangi juga berpartisipasi dalam semua lomba. Karna ini tingkat provinsi jadi persiapan kita juga lebih matang. Aku berlatih juga dengan teman-teman dari Bustanul Makmur. Sempat aku psimis, latihan gini aja, mereka hebat-hebat, gimana kalo nanti udah tampil. Huft… tapi terus aku juga mikir, mereka bisa mewakili kabupaten karena mereka hebat, akupun demikian… jadi yaa, aku juga pasti bisa…!!
Saat latihan aku dan Miss Uun juga berusaha keras agar yang diharapkan bisa terkabul. Sempat kita mengalami kendala, karena teks yang pertama dulu agak kurang srek, jadi rencananya kita mau ganti teks. Agak bingung sih nyari-nyari teks mana yang bagus dan pas buat aku. Setelah beberapa hari nyari akhirnya ketemu juga. Miss Uun yang nemuin. Judulnya “Theodore Mouse Goes To The Sea” artinya Si Tikus Theodore Berpetualang ke Laut. Dari judulnya sih udah menarik, setelah dipahami isinya, ternyata bagus juga, ceritanya lucuu banget. Yang agak bikin repot, kita harus buat kostum supaya lebih lucu [dan menjiwai kali ya jadi tikunya…weww]. Karena saat lomba nanti kita diwajibkan mengenakan kostum beserta alat bantunya sesuai dengan cerita, pastinya. Adaaaa aja halangannya, yang penjahitnya lagi pergi lah, yang lagi banyak job lagh, dan sejuta alasan lainnya. Akhirnya setelah muter-muter ke tukang penjahit, ketemu juga penjahit yang aku rasa agak kurang meyakinkan, tapi yah, biarin lah, kita udah cape wira-wiri serahin aja.
H-2, kostum-kostumnya udah siap, teks udah lumayan bisa memahami dan mengekspresikan, alat-alat yang dibutuhin udah siap [buat teks theodore : boneka tikus kecil, 2 perahu dari kertas, dan 2 bantal buat sendiri yang di dalemnya berisi gabus yang udah pisah kecil-kecil, juga bantal yang agak besar buat perutku] [teks banyuwangi : keris, boneka bayi, dan selendang]. Finish!! Tinggal istirahat supaya badan fit saat perjalanan panjang nanti.
Sayangnya, aku berangkat duluan di antar papaku sehari sebelumnya. Jadi aku nggak bisa berangkat bareng peserta lain dari kontingen Banyuwangi. Mereka berangkat naik bis. Sedangkan aku berangkat dulu ke Sidoarjo, nginep di rumah tanteku, baru ke Surabaya. Untungnya aku hubungin Ais dulu, kira-kira kapan mereka sampai di asramanya. Soalnya kalo enggak bisa-bisa aku telat lagi. Setengah jam aku nunggu, akhirnya mereka dateng. Pertama aku liat dari bisnya [coz paling keliatan], aduuuhh, agak mengecewakan. Emmm… Akaz Asri, bukan pariwisata. Padahal aku liat kontingen-kontingen lainnya semuanya pake’ bis pariwisata. Waaahh… malangnya kontingen Banyuwangi. Yaaa… nggak apa-apa dech, optimis aja.
Lumayan lama sih kita nunggu di Lobby nya. Masih ngurusin check in sih kalo nggak salah [tapi kok lama bangeeet]. Ternyata, sebelumnya asrama ini dipake sama peserta OOSN alias Olimpiade Olahraga Siswa Nasional. Jadi mungkin masih ada peserta yang masih ngurusin check out. “ haaiiii….” Akhirnya aku ketemu Ais sama Mimi, karena sementara mereka yang aku kenal. Oh iya pembina bahasa inggris kita dari banyuwangi. Namanya Pak Agus. Selain Pak Agus kita juga ditemenin sama Miss Uun, saudaranya mama, sama ibu’ku [sebenernya sih nenek, but aku kebiasaan manggil ibu’]. Mereka berangkat bareng aku. Setelah bertahun-tahun menunggu[lebaayy] saking lamanya kita nunggu, akhirnya kita dipersilahkan masuk. Whaa..!! udah deg-deg’an duluan nih…padahal belum lombanya. Kita berjalan memasuki pintu masuk, melalui lobby, begitu memasuki bagian dalam asrama angin berhembus semilir mengibaskan rambut indah kita… hwahahahah [ngimpiiiii kali yee]. Sebenernya nggak gitu-gitu banget sih, Cuma kita terpesona aja begitu liat dalemnya. Begitu tertata apik dan indah. Pepohonannya pun juga rindang, membuat teduh jalanan setapak. [ceileee kog jadi puitis gini siiih]. Yaaah, pokoknya gitu dech…
Kita 3 hari disana. Eh iya kalo nggak salah kontingen Banyuwangi menempati Gedung D. Aku dan temen-temen bidang bahasa inggris milih sekamar. Eh ternyata ada 2 anak tambahan yang juga sekamar sama aku. Sebenernya sih 3, tapi yang satu hari ke-2 nya pindah. Kami menempati kamar no 112. Ternyata kamarnya ber-AC lho, tempat tidurnya pun bertingkat, atas bawah gitu. Yaaa… kayak asrama-asrama pada umumnya lah. Setelah membersihkan diri dsb, kita santai-santai deh. Sambil bercanda-canda gitu. Emm… lama-lama aku jadi penasaran sama 2 anak tadi. So, aku minta kenalan deh. Hehe… namanya Norma sebagai perwakilan bidang seni memahat. Yang kedua namanya Gandhes, perwakilan bidang nyanyi solo. Setelah berkenalan banyak cerita seru yang kita cerita’in bertiga [aku, gandhes, norma]. Ternyata mereka berdua tuh agak nggak suka gitu sama Mimi dan Ais. Ealah, saking mereka belum kenal aja kali ya. Emang sih, Mimi sama Ais itu anaknya agak sulit buat kenal. Tapi sebenernya kalo’ udah kenal lama yaa, pada gila semua… hwaha… kalo diliat-liat sih, kalo mereka pada kenal semua, whaaa…tambah rame nih kamar. Lama kelamaan, akhirnya pada cepet akrab juga lhoo!! Hmm.. mereka semua anaknya asyik-asyik. Supel semua, dan pada terbuka. Entah kenapa kayaknya kita berlima tuh kayak udah kenal lama. Hehe…
Hari pertama, waktunya aku, Mimi, Ais, dan Norma beraksi. Kita berjuang atas nama Banyuwangi. Kami menuju pool masing-masing. Ada 3 pool. Aku ada di pool B. Semua lomba dimulai pukul 08.00. On time lho!! Karena ada 2 cerita, dan cerita itu harus ditampilkan semua, jadi dibagi menjadi 2 waktu. Sampai pukul 12.00, teks pertama selesai. Sekitar pukul 01.00, lomba dimulai kembali setelah istirahat untuk menampilkan teks kedua. Setelah semua lomba berakhir, adalah waktunya untuk istirahat dan makan, juga keliling donk. Hehe… Pada malam harinya, pengumuman hasil lomba pun dibacakan. Waduuuuhhh…!!! Deg-deg’an abiiiss, apalagi miss uun, nggak kuat buat dengerin pengumumannya. Setiap pool diambil hanya 5 besar dari sekitar 40 peserta terbaik se-provinsi Jatim. Rasanya nggak ada harapan. Mana semua pesertanya buuuaaaagus- buuuaaaagus lagi. Huuuft… namun aku yakin aku sudah melakukan yang terbaik.
Dari pool B, peringkat kelima…. bukan, peringkat keempat….bukan, makin tipis harapan. Peringkat ketiga…. “Anindita Amalia Putri dari SMPN 1 Genteng Banyuwangi!!” whaaaaaaaaa….!!!! Alhamdulillaaaahh… akhirnya masuk ke babak final. Katanya ini adalah pertama kalinya setelah sekian terlalu lama kontingen Banyuwangi mendapatkan tiket ke final. Aku seneeeeeeng banget. Usahaku nggak sia-sia. Setelah pengumuman, aku langsung bersemangat latihan untuk final. aku berlatih di kamar hingga malam. Namun aku juga harus menjaga kondisiku unutuk besok final. Aku senang sekali… sayang, Mimi dan Ais masih belum beruntung… namun jangan menyerah ya, tetep semangaaaaaaatt…!!
Hari kedua, hari ini giliran aku dan Gandhes yang akan bertempur. Aku sangat siap. Aku berdoa, semoga saja Allah melancarkan aku saat tampil nanti, karena ini merupakan penentuan siapa yang akan menjadi wakil Provinsi Jatim ke tingkat Nasional. Setelah giliranku dipanggil, aku sangat deg-deg’an. Ini selalu aku alami pada setiap aku akan tampil. Walaupun aku sudah biasa tampil seperti ini, namun rasa nervousku nggak pernah bisa hilang. Lomba dilaksanakan sama seperti kemarin. Teks yang digunakan pun juga sama. Bedanya, kali ini aku akan menampilkannya seebbbaiik mungkin, dan semaksimal mungkin. Pada malam hari pengumuman pun di bacakan. Sebelum itu, para juri juga memberikan suatu kritik dan saran bagi peserta dan pembina. Saat dibacakan, dadaku berdegub kenceeeng banget. Begitu pula kakakku, ibu’, miss uun, juga yang lain. Kami semua berdoa agar aku bisa berhasil meraih juara…
Peringkat kelima… ouuch, bukan… keempat…, aakh, bukan lagi… ketiga, aku sangat berharap,,, tapi bukaaan… Oh tuhan tolong aku… kedua… dadaku rasanya mau meledak…oooooohhh tidaaak, bukan…. PERINGKAT PERTAMA………………….. SMPN 3 Malang…. Astagfirullah…. huuuuugghh,,, aku langsung lemas tak berdaya. Mataku sayu berkaca-kaca… huuuft, mungkin tuhan belum memberiku kesempatan. Aku menghibur diri, bahwa dibalik ini semua, aku pasti akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari ini semua… sesuatu yang lebih baik dari ini… namun aku sangat menyesal, aku meminta maaf pada para pembinaku juga teman-temanku, mungkin aku tidak memberikan yang terbaik bagi mereka. Aku sangat sedih dan kecewa…
Setelah dilihat di peringkatnya, ternyata aku mendapat peringkat keenam, betapa menyesal aku melihatnya. Ternyata letak kesalahanku, kata jurinya adalah, aku membuat panggung kotor, dan itu menyita waktu beberapa menit untuk membersihkannya. Ahh, aku rasa itu merupakan keputusan yang salah. Toh membersihkannya tidak sampai 1 peserta tampil. Jika peserta sudah berada di panggung itu, bukankah itu berarti panggung adalah miliknya sepenuhnya?? Jadi apaun yang dilakukan peserta di panggung, itu merupakan hak mereka. Bukankah begitu??
Saya harapkan pendapat Anda mengenai hal ini,
Anda setuju atau tidak??
Give comment plizz!!
